Jumat, 09 Maret 2012

PUISIKU

Keinginan yang didamba,

menjadi yang utama,

Berusaha dan berdoa,

adalah kuncinya.

Tak perlu banyak kata,

gar hidup lebih berwarna,

Tak perlu banyak dusta,

gar hidup lebih bermakna.

PUISIKU

Menunggu membuatku jenuh,

seakan waktu terasa jauh.

Menunggu perlu waktu,

yang tak menentu.

Menunggu terdiam membisu,

membuatku terpaku.

Inikah rasanya menunggu,

yang menjadi kupilu.

PUISIKU

Menjadi seorang pemimpin,

butuh sebuah disiplin.

Menjadi seorang penasehat,

butuh sebuah akal sehat.

Menjadi seorang petinju,

butuh sebuah yang dituju.

Di dalam keseharian,

butuh sebuah pilihan,

dengan pengorbanan,

tuk menatap impian,

yang menjadi kenyataan,

di masa yang akan datang.

PUISIKU

Berdiri menghadap dunia,

melihat tempat nan indah,

sungguh tak terasa,

begitu penuh warna,

anugerah yang Maha Kuasa,

yang harus dipelihara,

demi kemajuan bangsa.

PUISIKU

Bersinar lagi, bercahaya lagi,

berkat dan anugerah setiap pagi.

Setelah malam kuhadapi,

menatap esok dengan hati.

Kuharap esok hari nanti,

lebih baik dari hari ini.

Tuk melangkah pasti,

dengan rasa berani.

Kujalani hidup setiap hari,

dengan penuh rasa hepi.

Selasa, 12 April 2011

PUISIKU

Pancaran cahaya mentari,

menjadi sebuah hari,

yang berwarna warni,

terasa dalam hati ini.

Warna putih,

membuatku pulih.

Warna biru,

membuatku terharu.

Warna cokelat,

membuatku teringat.

Warna emas,

membuatku cemas.

Begitu banyak warna,

tergantung suasana,

memilih yang mana,

itu kehendak anda.